hegar sparing2

5 Alasan Perusahaan Masih Menunda Penerapan SPARING

Sudah wajib SPARING, tetapi masih bingung harus mulai dari mana? Kenali berbagai pertimbangan yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan pemasangan SPARING.

Berdasarkan Permen LHK P.80/2019, mekanisme SPARING mencakup teknologi pengukuran air limbah, jaringan dan komunikasi data, serta pengelolaan data dan sistem informasi. Sistem juga melibatkan sensor pada titik penaatan dan perangkat Remote Terminal Unit (RTU) untuk mendukung proses pemantauan dan pengiriman data. 

Karena itu, sebelum menerapkan SPARING, perusahaan perlu mempertimbangkan kesiapan teknis, operasional, sumber daya manusia, hingga pengelolaan biaya dalam jangka panjang.

1. Belum Memiliki Gambaran Jelas Harus Mulai dari Mana

Mengetahui bahwa perusahaan termasuk kategori wajib SPARING merupakan langkah awal. Namun, penerapannya membutuhkan perencanaan yang lebih detail.

Perusahaan perlu memahami titik penaatan, parameter yang dipantau, kebutuhan perangkat, jaringan komunikasi data, hingga pengelolaan dan pengiriman data.

Tanpa identifikasi kebutuhan sejak awal, proses implementasi dapat menjadi kurang terarah dan berpotensi menimbulkan pekerjaan tambahan saat sistem mulai diterapkan.

2. Kesiapan Titik Pemantauan Belum Dipastikan

Salah satu bagian penting dalam penerapan SPARING adalah menentukan lokasi pemantauan.

P.80/2019 mengatur bahwa lokasi pemantauan ditentukan berdasarkan kriteria, termasuk titik penaatan serta kemudahan akses untuk pemasangan dan perawatan. 

Karena itu, perusahaan perlu memastikan kondisi titik pemantauan sebelum instalasi dilakukan.

Artinya, persiapan SPARING tidak cukup hanya dengan menentukan perangkat yang akan digunakan. Lokasi, akses, instalasi, dan kebutuhan pemeliharaan juga perlu diperhitungkan sejak awal.

3. Pemantauan Air Limbah Masih Bergantung pada Proses Manual

Pemantauan secara terus-menerus membutuhkan sistem yang mampu melakukan pengukuran, pencatatan, komunikasi data, dan pengelolaan data secara berkelanjutan.

Ketika sebagian proses monitoring masih bergantung pada aktivitas manual, pekerjaan tim lingkungan dapat menjadi lebih kompleks, terutama dalam memastikan konsistensi data dan dokumentasi pemantauan.

Salah satu fungsi SPARING adalah mendukung proses pemantauan secara terus-menerus dan dalam jaringan, sehingga data hasil pengukuran dapat dikelola dan dikirimkan melalui sistem yang telah disiapkan. 

4. Beban Tim Lingkungan Sudah Tinggi

Implementasi SPARING juga perlu dilihat dari sisi operasional.

Tim lingkungan tidak hanya menangani pemantauan air limbah, tetapi juga dapat memiliki tanggung jawab terhadap pelaporan, inspeksi, dokumentasi, pengelolaan lingkungan, dan koordinasi internal maupun eksternal.

Karena itu, perusahaan perlu menentukan sejak awal siapa yang bertanggung jawab terhadap operasional sistem, pemantauan data, penanganan gangguan, dan koordinasi maintenance.

Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas, penerapan SPARING dapat lebih mudah diintegrasikan ke dalam proses kerja yang sudah berjalan.

5. Investasi Awal Bukan Satu-satunya Pertimbangan

Pertimbangan biaya juga menjadi bagian penting dalam perencanaan penerapan SPARING.

Perusahaan tidak hanya perlu melihat investasi awal perangkat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan operasional dan pemeliharaan sistem dalam jangka panjang.

Perencanaan biaya perlu memperhitungkan kebutuhan seperti perawatan perangkat, komponen pendukung, konektivitas, dan kegiatan pemeliharaan sesuai sistem yang diterapkan.

Dengan begitu, perusahaan tidak hanya memilih berdasarkan harga pengadaan, tetapi mempertimbangkan keberlangsungan sistem selama digunakan.

Jadi, Apa yang Perlu Disiapkan Perusahaan?

Sebelum melakukan pemasangan SPARING, perusahaan dapat memulai dengan melakukan assessment terhadap kebutuhan dan kondisi eksisting.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kategori dan kewajiban SPARING perusahaan
  • Titik penaatan dan lokasi pemasangan
  • Parameter yang perlu dipantau
  • Kebutuhan perangkat dan sistem
  • Ketersediaan jaringan komunikasi
  • Pengelolaan dan pengiriman data
  • PIC dan kesiapan tim operasional
  • Rencana maintenance dan keberlanjutan sistem

Dengan persiapan tersebut, perusahaan dapat menghindari pendekatan “yang penting alat terpasang” dan mulai melihat SPARING sebagai bagian dari sistem compliance lingkungan yang perlu dikelola secara berkelanjutan.

Sudah Wajib SPARING, Tapi Masih Bingung Mulai dari Mana?

Penerapan SPARING membutuhkan lebih dari sekadar pengadaan perangkat.

Kesiapan titik pemantauan, sistem, data, operasional, SDM, dan maintenance perlu dipertimbangkan secara menyeluruh agar sistem dapat berjalan sesuai ketentuan.

Bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan penerapan SPARING, memahami kebutuhan sejak awal dapat membantu proses implementasi menjadi lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan operasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *